Inseminasi buatan (IB) merupakan salah satu teknik reproduksi yang penting dalam bidang peternakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak. IB memungkinkan peternak untuk memaksimalkan potensi genetik ternak dengan memilih sperma dari pejantan unggul untuk menginseminasi betina. Melalui teknik ini, para peternak dapat memperbaiki karakteristik genetik ternak, seperti pertumbuhan yang lebih cepat, ketahanan terhadap penyakit, dan peningkatan kualitas daging atau susu.
Untuk mencapai hasil yang optimal dari program inseminasi buatan, diperlukan petugas inseminasi buatan yang kompeten dan terlatih. Kompetensi ini mencakup pemahaman mendalam tentang anatomi dan fisiologi reproduksi ternak, kemampuan teknis dalam melakukan prosedur inseminasi, serta pemeliharaan alat-alat yang digunakan. Selain itu, petugas juga harus memiliki kemampuan manajemen reproduksi yang baik untuk mengatur siklus reproduksi ternak secara efektif.
NAK.TR01.001.01 Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lingkungan
NAK.TR01.002.01 Mengorganisasikan Pekerjaan
NAK.TR01.003.01 Melakukan Komunikasi
NAK.TR01.004.01 Membangun Jejaring Kerja
NAK.TR02.001.01 Menangani Alat Inseminasi Buatan
NAK.TR02.002.01 Merencanakan Kebutuhan Semen Beku
NAK.TR02.003.01 Menentukan Kelayakan Akseptor
NAK.TR02.004.01 Menangani Semen Beku
NAK.TR02.005.01 Melaksanakan Inseminasi Buatan
NAK.TR02.006.01 Melakukan Evaluasi Hasil Inseminasi Buatan
Instruktur pelatihan ini adalah instruktur yang berkompeten di bidang Pengelola Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.
Harga 2,5 juta per peserta. Harga terupdate mohon menghubungi kami
Sertifikat
SKP dari BNSP
Lisensi
Materi
Transport
Coffee Break
Training kit
Tentukan pelatihan anda sekarang